Rabu, 17 Februari 2010

My Father

ada beberapa alasan kenapa ayah begitu istimewa...
Dan cerita berikut ini cukuplah untuk mewakili segalanya...
Walau bukan tulisanku, tapi sangat sama dengan apa yang aku rasakan...
Biasanya anak-anak yang jauh dari orang tuanya merasa kangen sekali dengan ibunya
Lalu bagimana dengan ayah???
Mungkin ibu lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari,
tapi taukah kamu jika ayahmu yang mengingatkannya untuk menelfonmu???
Mungkin ibu yang lebih sering mengajakmu bercerita,
tapi taukah kamu sepulangnya ia bekerja dengan wajah lelah ia selalu menanyakan kabarmu dari ibumu???
waktu kecil...
Ibu mengajari putri kecilnya bermain sepeda...
Setelah dia mengganggap kamu bisa,ia melepaskan roda bantu di sepedamu,
Saat itu ibu menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka...
tapi ayah dengan yakin menatapmu mengayuh sepeda dgn pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa...
Saat kamu menangis meronta meminta boneka yang baru,
ibu menatapmu iba...
tetapi ayah mengatakan dengan tegas "kita beli nanti,tapi tidak sekarang"
karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu di penuhi...
ketika kamu remaja...
kamu mulai menuntut untuk keluar malam...
Lalu ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan "tidak"
itu untuk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yg berharga...
Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu...
Tapi yang datang mengetuk pintu dan membujukmu adalah ibu...
Taukah kamu saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan diri...
karena Dia sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu...
saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu...
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia
Dan sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berdua di ruang tamu...
Tahukah kamu kalau dia merasa cemburu???
dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan,
kamu melanggar jam malamnya...
Ia duduk di ruang tamu menunggumu pulang dengan sangat-sangat khawatir...
Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut...
Dia marah...
Karena hal yg di takutinya akhirnya datang...
"putri kecilnya sudah tidak ada lagi"
saat Ayah sedikit memaksamu utk menjadi seorang dokter...
ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis...
sampai saat Ayah harus melepasmu di bandara...
Bahkan badannya terlalu kaku untuk memelukmu...
Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu...
Dia ingin menangis seperti Ayah yang menangis dan memelukmu erat...
Tapi dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya...
dan menepuk pundakmu berkata "jaga diri baik-baik ya”
Agar kamu kuat utk pergi...
saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester, pulsa, dan kehidupanmu...
orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah...
Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan yang lain...
ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan ia tau ia tidak bisa memberikan...
Dia sangat ingin mengatakan "iya nak,nanti kita beli"
dan saat kata-kata yang keluar adalah "tidak bisa" dari bibirnya...
Tahukah kamu Ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum ???
saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya...
ayah terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata...
sudah di bilang jangan minum air dingin!"
berbeda dengan ibu yg memperhatikanmu dengan lembut...
ketahuilah saat itu ia benar-benar khawatir dengan keadaanmu...
dan saat kamu meng-upload beberapa foto di facebook,myspace,dll...
Ayah kadang bertanya...
"dari sekian banyak fotomu, koq foto ayah ga ada ya?" dengan bercanda...
tapi tau kah kamu saat itu hatinya sedih bukan kepalang...
saat kamu dalam perjalanan dan kehujanan...
ayah adalah orang pertama yang akan mencarimu sambil membawa jas hujan untukmu,
walau dia harus kehujanan...
dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana...
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu...
Dia yang tersenyum bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang“...
sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya...
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin....
karena ia tahu laki-laki itu yang nanti akan menggantikannya...
Ayah pergi kebelakang panggung,
dan menangis...
tugasku telah selesai dengan baik.putri kecilku yg lucu telah menjadi wanita yg cantik“...
Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu dan cucu-cucunya sesekali untuk menjenguknya...
Dengan rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya...
Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu..

2 komentar:

Ayunda mengatakan...

nice post :)

Elmaruf mengatakan...

thankyu... ajarin nulis donk !! hehe